Haters Memaki dan Singgung Masalah Keluarga, Agnez Mo Kena Serangan Panik Hingga Mau Tutup Akun Twitter

Haters Memaki dan Singgung Masalah Keluarga, Agnez Mo Kena Serangan Panik Hingga Mau Tutup Akun Twitter

Gue pernah kena ini lo, kekhawatiran kayak serangan panik,” saya Agnez Mo, mengingat era sulit menghadapi haters dengan sebutan lain para pembenci yang berkeliaran di medsos, lebih-lebih Twitter.

Penyanyi bernama lengkap Agnes Monica Muljoto terkenang komentar jahat dan caci maki warganet yang tidak hanya mengarah ke dirinya. Keluarga Agnez Mo pun turut jadi sasaran.

Sekali dua kali, pelantun “Matahariku” bisa sabar. Namun selagi urusan khusus dan keluarga turut dibahas, perasaan Agnez Mo tertusuk juga. Ia sempat mengalami pergulatan batin.

“Gara-gara selagi itu, tersedia satu moment di mana haters komentarnya benar-benar… caci makinya tuh tidak berpendidikan sampai membicarakan soal khusus keluarga,” Agnez Mo menjelaskan.

“Dan itu sampai tiap-tiap kali gue kayak (syok) kena serangan panik. Gue berdoa sampai gue pernah ngomong sama nyokap: Mi kayaknya gue rela tutup (akun) Twitter,” ia menyambung.

Pengakuan bintang sinetron Pernikahan Dini ini terekam di dalam video “Ada Kontroversi, Agnez Mo Tetap Hadapi Haters” di kanal YouTube Daniel Mananta Network, Kamis (7/1/2021).

Lalu, ia berdoa kepada Tuhan. Pencerahan datang. Menutup akun Twitter bukan solusi pas. Memblokir para pembenci pun tak 100 prosen menyelesaikan masalah.

Penyanyi kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986, ini menyimpulkan, “Ada orang-orang yang sebenarnya sudah benar-benar mengganggu sukacita kita yang harus kita… oh you know what: I don’t need this.”

“Tapi sebisa bisa saja gue mengusahakan untuk tidak block orang karena gue percaya bahwa gue harus jadi saksi hidup bukan hanya untuk orang-orang yang percaya tetapi termasuk untuk orang-orang yang tidak percaya,” Agnez Mo menambahkan.

Perlahan hatinya dipenuhi kasih dan hasrat mengampuni. Presenter Tralala-Trilili ulang berbagi ide ke pecinta dan warganet. Dalam suasana apapun, Agnez Mo tak pernah memblokir haters.

“Dan bagaimana caranya gue bisa kasih memandang mereka apa yang Tuhan melaksanakan di dalam hidup gue jikalau gue memblokir mereka dari hidup gue? Sekitar 2 minggu lantas gue dikasih memahami bahwa akun Twitter gue nomer satu di Asia,” pungkasnya.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *